Damai bagi kamu!
Anak-anaku yang tercinta, sekali lagi Pencipta mengirimku ke sini untuk memberikan karunia-Nya yang ilahi kepadamu.
Berapa banyak karunia Allah, pada zaman ini, telah diberikan kepada dunia. Bukalah hati kamu anak-anaku, dan usahlah memahami tanda-tanda zaman ini. Ini adalah waktu untuk karunia-karunia khusus. Setiap hari Allah menyeru kamu ke pertobatan melalui sebuah tanda kecil dari alam semesta atau melalui seorang saudara. Dia tidak pernah meninggalkan kamu. Sebenarnya, banyak orang yang melepaskan Allah, tidak mau mendengarkan panggilan-Nya, menjadi durhaka dan memberontak terhadap-Nya.
Sebagai Bunda mereka, anak-anaku yang tercinta, aku mengundang kamu: taatlah kepada Allah, dengarlah panggilannya... Jiwa yang tidak hidup dalam ketaatan akan pernah menjadi suci, karena dia semakin jauh dari jalan kesucian.
Jika kamu hidup dalam ketaatan, maka Allah dapat mengkayaimu dengan karunia-Nya dan dapat menyucikanmu.
Aku memberkati secara khusus semua anak-anaku yang sakit dan sangat membutuhkan. Berani, anak-anaku. Aku di sini untuk membantu kamu. Serahkanlah penderitaanmu kepadaku, agar aku dapat menenangkanmu dan menjadi perantara bagi kamu di hadapan Allah, PutraKu Yang Terkasih Yesus Kristus. Doalah, doalah, doalah dan Allah akan memberikan karunia-Nya dan berkat-Nya kepada kamu.
Terima kasih atas kehadiranmu. Terima kasih karena kesediaanmu untuk berada di sini mendengarkan pesan ini dari aku. Terima kasih atas cinta yang kamu miliki terhadap aku dan PutraKu Yesus. Jangan lupa Suami Ku Yang Murni Yusuf. Aku memberkati semua kalian: dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin!
Pada tanggal 16 Juli 2001, aku berada di kota Sciacca, provinsi Agrigento-Sicilia, Italia, mengunjungi kelompok pemuda yang terbentuk di sana. Pada siang hari, setelah berdoa rosario dan memberikan kesaksianku di Gereja Bunda Rosari Fatima dari para biarawan Kapusin, aku mengalami wahyu Keluarga Suci di hadapan orang-orang yang hadir.
Dalam wahyu itu Bunda Maria memberi pesan kepadaku kemudian berkata: Perhatikan dengan seksama apa yang akan kusebutkan padamu. Seperti yang kamu lihat, buatlah sebuah Scapular. Ini akan menjadi Scapular St. Joseph. Anakku Yesus dan saya inginkan agar semua orang memakai itu dengan iman dan cinta, menghormati Suami ku Yoseph dengan sepenuh hati seperti layaknya dia. Siapa pun yang membawa ini akan menerima perlindungan Allah melalui Hatinya Yang Paling Murni dan pelipisannya yang melindungi, serta banyak karunia dari surga yang diperlukan untuk keselamatan dan kesucian." Saya melihat muncul di atas Keluarga Suci tulisan berwarna emas: Hati Murni St. Joseph " dan dibawahnya: Jadilah pelindung keluarga kami! "
Segera setelah itu, visi tersebut menghilang memberikan jalan kepada tiga Hati yang terang dan bersinar. Dari Hati Yesus muncul dua sinar yang ditujukan ke Hati Tak Bernoda Maria dan Hati Paling Murni St. Joseph, serta dari mereka sinar-sinar yang ditujukan ke dunia. "Di atas Hatinya tertulis dengan huruf emas: Jesus, Mary, Joseph dan dibawahnya: Aku mencintaimu, selamatkan jiwa-jiwa!"
Segera setelah visi itu, Bunda Maria muncul lagi bersama Anak Yesus dan St. Joseph. Ketiganya memberi berkah bersamaan kepada orang-orang yang hadir, lalu menghilang dalam kejelasan cahaya indah yang melingkupi mereka. Saya tidak tahu bahwa pada hari wahyu ini terjadi, yaitu 750 tahun sejak Bunda Maria memberikan Scapular kepada St. Simon Stock sedang dirayakan oleh ordo Karmel dan Gereja di seluruh dunia. Hari itu sangat istimewa bagi orang-orang Karmelit, peristiwa besar dalam Ordo Karmel, dan hari ketika Yesus dan Bunda Maria meminta Gereja dan dunia untuk Scapular St. Joseph sebagai perlindungan khusus bagi semua keluarga di seluruh dunia.